Sedangkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.180/USD, namun pada pukul 10.00 WIB menguat ke Rp13.969/USD. Posisi tersebut menguat signifikan dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.241/USD.
Bahkan, rupiah menguat paling tajam di Asia daripada mata uang lainnya yang justru tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan rupiah juga diiringi oleh penurunan yield dan penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang diprediksidiakibatkan oleh faktor internal.
Selain itu, penguatan nilai tukar juga didukung oleh rilis deflasi bulan September membuat kepercayaan kepada Indonesia meningkat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar